5 Destinasi Wisata Religi dan Sejarah di Bali yang Cocok untuk Liburan Keluarga

09 Maret 2017

Cari tahu lebih lanjut mengenai wisata religi di Bali sebelum Anda berkunjung ke sana.

Bali, menyimpan sejuta pesona yang selalu menarik untuk dikunjungi, mulai dari pantai, hingga pemandangan alam yang menakjubkan. Tak hanya unggul karena pemandangan alamnya yang begitu eksotis, Pulau Dewata juga menyimpan wisata religi yang penuh dengan dengan kearifan lokal khas Bali yang begitu layak untuk Anda dan keluarga sambangi. Konon, tak hanya erat dengan ritual salah satu agama saja, salah satu daerah di Bali ada sebuah kawasan yang menjadi simbol kerukunan umat beragama. Karena di kawasan tersebut terdapat 5 tempat ibadah untuk umat Islam, Hindu, Katolik, Kristen, dan Budha sekaligus.

Wisata Religi Hindu : Pura Saraswati, Ubud

Wisata religi yang satu ini bisa dibilang memiliki keunikan tersendiri, karena memiliki kolam teratai yang sangat indah. Didirikan pada abad 19 oleh I Gusti Nyoman Lempad atas perintah Pangeran Ubud, Pura Taman Saraswati merupakan candi Kerajaan Ubud yang dibangun sebagai tempat penghormatan untuk Dewi Hindu Saraswati, sang dewi ilmu pengetahuan, sastra, dan seni. Tak heran jika di dalamnya Anda akan disuguhkan dengan aneka seni ukir yang indah karya masyarakat lokal, aneka pahatan yang mendekati sempurna di setiap dinding pura, serta fasilitas restoran yang letaknya berhadapan langsung dengan kolam teratai. 

Wisata Religi Islam : Masjid Al Qomar, Denpasar

 Berdiri di atas lahan seluas 5,9 hektare dengan luas bangunan 3,5 hektare, masjid yang tadinya hanya musolah ini memiliki desain seperti sebuah pura dengan kombinasi masjid di Demak. Hal itu bukanlah tanpa alasan, arsitektur tersebut merupakan simbol yang disebut dengan menyama braya, artinya hubungan yang harmonis antarumat beragama. Pura yang identik dengan Bali dan Hindu serta Demak yang identik dengan islam, dijadikan sebuah perwujudan dan pemersatu masyarakat.

Wisata Religi Katolik : Santo Yoseph, Denpasar

 Tak hanya pura dan masjid, di Bali kita juga dapat menemukan wisata religi Gereja Santo Yoseph yang memiliki background sejarah sangat menarik. Sejarah berdirinya bermula pada September 1935 ketika Mgr. H. Leven, SVD Uskup yang berdomisili di Ende, mengutus seorang pastor bernama Johanes Kersten untuk melayani umat Katolik yang ada di Bali. Pada 14 Februari 1937 datanglah 7 orang dari Tuka yang minta untuk dibaptis. Momen inilah yang kemudian menjadi pembaptisan pertama di Bali. Berjalannya waktu, jamaah pun semakin meningkat. Melihat kemajuan tersebut, kemudian Johanes Kersten menyewa sebuah gudang yang kemudian menjadi cikal berdirinya gereja ini.

Wisata Religi Protestan : Katedral Roh Kudus, Denpasar

 Kehadiran Gereja Katedral Roh Kudus ini sebenarnya terhitung baru, yaitu didirikan pada 15 Agustus 1993. Konsepnya sebenarnya hampir sama dengan Gereja Katolik di Denpasar, yang sangat lekat dengan kearifan lokal khas bali. Filosofi pembangunannya menganut pada Asta Kosala-Kosali Bali yang menggambarkan naik ke gunung Tuhan dan disapa oleh Tuhan melalui Bahasa simbol iman Kristiani yang tertuang dalam kultur budaya Bali. Dihiasi dengan banyak pahatan yang begitu halus serta interior dalamnya yang dicat putih, gereja ini seakan membawa ketentraman dalam hati ketika kita memasukinya. 

Wisata Religi : Perpaduan 5 Agama Dalam Satu Tempat

Di wisata religi Puja Mandala, Anda akan menemukan lima tempat ibadah dalam satu kompleks, mulai dari Masjid Agung Ibnu Batutah, Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa, Vihara Budha Guna, Gereja Protestan GKPB Jemaat Bukit Dua, dan Pura Jagatnatha. Berdiri di atas lahan seluas 2 hektar, bangunan ini didirikan atas prakarsa Presiden Soeharto pada tahun 1997 silam untuk mengakomodir kebutuhan akan tempat ibadah di daerah Nusa Dua. 

Uniknya, di tempat ini Anda akan menemukan makna dari Bhinneka Tunggal Ika yang sesungguhnya. Selain itu, keindahan alam di sekitar Masjid Ibnu Batutah pun menjadi daya tarik tersendiri, dimana Anda dapat menikmati pemandangan laut bagian selatan Pulau Dewata yang begitu memanjakan mata. 

Bali memang meyimpan sejuta pesona yang luar biasa. Meskipun Anda sedang berlibur bersama keluarga, lengkapi momen quality time dengan perlindungan dari Zurich Domestic Travel. Sebuah asuransi yang menawarkan perlindungan lengkap selama dalam perjalanan dalam negeri bagi Anda dan keluarga. Bisa digunakan tanpa batasan usia, tersedia untuk sekali perjalanan dan juga tahunan, layanan bantuan selama 24 jam, hingga aplikasi perlindungan yang mudah dan instan melalui Zurich Click, menjadikan asuransi perjalanan yang satu ini begitu layak untuk Anda pilih. Kapan lagi Anda bisa menikmati keindahan nusantara tanpa khawatir risiko tak terduga. Pelajari selengkapnya di sini.