• Protect the environment. Think before you print.

Inilah Jurus Jitu Atur Pengeluaran Selama Bulan Ramadan

05 Mei 2018

Atur Pengeluaran Selama Ramadan
Perubahan pola hidup keseharian bisa sangat mempengaruhi pengeluaran dan tata kelola keuangan secara keseluruhan. Sama seperti ketika memasuki bulan puasa; terjadi perubahan pola hidup dan konsumsi bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa. Ada banyak hal yang berbeda dari pola kehidupan di bulan puasa dan di bulan – bulan yang lain. Perubahan jadwal makan menjadi salah satunya. Ketika di hari atau bulan biasa; jadwal makan yang lazim adalah 3 kali sehari pada pagi, siang dan malam. Sedangkan pada bulan puasa terjadi perubahan jadwal makan karena pada siang hari menjalankan ibadah puasa sehingga tidak ada jadwal makan siang.

Perubahan pola hidup tersebut bisa sangat mempengaruhi kebutuhan sehari – hari. Sudah menjadi hal yang lazim bahwa ada perubahan menu makan di bulan puasa; terutama untuk menyambut buka puasa di sore hari. Hal inilah yang seringkali menjadi pemicu masalah keuangan jika tidak dikelola dengan baik dan hati – hati. 
Ketika berpuasa pada siang hari; ada kebiasaan untuk menambah konsumsi makan dan minum pada malam hari. Secara tidak disadari praktek ini dapat meningkatkan pengeluaran dana untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum yang diistimewakan. Melakukan pendekatan yang berbeda dalam mengelola keuangan di bulan puasa merupakan sebuah pilihan. Langkah tersebut patut dicoba untuk dilakukan guna menghindari pemborosan sehingga menimbulkan masalah keuangan yang sebenarnya tidak ingin dialami.

Penghasilan yang tetap dengan pengeluaran yang bertambah menjadi salah satu pemicu terjadinya masalah keuangan pada bulan puasa. Kehabisan dana sebelum akhir bulan ketika gaji kembali didapat atau tunjangan hari raya cair dapat menjadi masalah yang cukup serius. Karena alasan itulah sebuah tata kelola keuangan yang berbeda patut untuk dipertimbangkan. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk memudahkan hidup dan pengelolaan keuangan terutama di bulan puasa adalah membagi pendapatan ke dalam beberapa pos keuangan yang memang dibutuhkan. Salah satu pilihan yang dapat dilakukan adalah mencoba melakukan pembagian pos keuangan berikut.

1.  40% pendapatan digunakan untuk memenuhi kebutuhan rutin sehari – hari. Kebutuhan makan sahur dan berbuka puasa menjadi bagian dari pos keuangan ini. Langkah ini dilakukan guna memastikan kebutuhan sehari – hari yang ruti harus terpenuhi setiap bulan tetap tercukupi meski terjadi perubahan pola konsumsi.

2. 30% pendapatan digunakan untuk memenuhi kebutuhan membayar cicilan kredit yang dimiliki.

3.  5% dari pendapatan tetap digunakan untuk keperluan investasi bagi masa depan.

4. 5% pendapatan disisihkan untuk berjaga – jaga jika ada kebutuhan darurat yang membutuhkan pendanaan. Menjaga pos keuangan ini agar tidak bocor menjadi salah satu langkah pengelolaan keuangan yang sangat penting.

5.  Sedangkan 20% dari pendapatan dapat digunakan untuk acara atau kegiatan sosial; baik itu disumbangkan untuk amal atau dibelanjakan untuk aktivitas buka bersama di luar rutinitas sehari – hari.

Pengelolaan keuangan tersebut dapat menghindarkan Anda dari masalah keuangan yang serius di akhir bulan karena perubahan jumlah dan pola konsumsi selama bulan puasa. Memastikan 40% pendapatan dan tidak lebih dari itu untuk memenuhi kebutuhan pokok rutin bulanan menjadi bagian yang sangat penting. Langkah tersebut akan memastikan kebutuhan rutin Anda tetap terpenuhi meski terjadi perubahan pola hidup dan konsumsi untuk sehari – hari.
Sedangkan 30% pendapatan digunakan untuk membayar kewajiban membayar kredit juga penting untuk memastikan Anda tidak terkena penalti karena terlambat membayar cicilan kredit. Sementara itu 20% pendapatan dapat Anda anggarkan untuk memenuhi kebutuhan sosial; baik itu untuk amal ataupun menjalani kehidupan sosial dengan kegiatan buka bersama dengan teman dan kolega. Menyisihkan 5% untuk situasi darurat keuangan juga menjadi hal penting; ada baiknya Anda tidak berusaha mengutak – utik pos ini jika memang tidak benar – benar berada dalam situasi darurat. Sedangkan 5% lain untuk investasi; ada dapat mengelola ini dengan sebaik – baiknya dan jika perlu melibatkan pihak ketiga.

Memanfaatkan 5% pendapatan pada pos investasi ini dapat dilakukan dengan memiliki asuransi. Pilihan asuransi yang tepat tidak hanya memberikan ketenangan dari sisi finansial bagi Anda; namun juga dapat memberikan keuntungan jika telah tiba waktunya perlindungan asuransi Anda berakhir.  Produk asuransi Zurich Proteksi 8 dapat menjadi pilihan investasi jangka menengah yang menguntungkan. Polis asuransi modern ini memberikan perlindungan keuangan bagi Anda selama jangka waktu 8 tahun dengan peluang mendapat pengembalian premi sebesar 108% saat perlindungan berakhir.

Langkah investasi dengan memiliki asuransi ini memberi banyak keuntungan bagi Anda. Kepemilikan jaminan asuransi jiwa jelas akan memberi ketenangan hidup; setidaknya Anda tidak akan meninggalkan keluarga tanpa memberikan apa – apa jika sesuatu terjadi dan mengakibatkan kematian. Memiliki asuransi jiwa juga dapat menjadi wujud cinta Anda pada keluarga karena kepemilikan asuransi jiwa dapat menjadi bagian dari jaminan masa depan jika Anda meninggalkan mereka.
Zurich Proteksi 8 dapat menjadi pilihan Anda untuk produk asuransi yang dapat menjadi investasi dalam jangka menengah. Produk asuransi jiwa ini memberi perlindungan berupa uang pertanggungan untuk keluarga selama 8 tahun. Premi minimal sebesar Rp 50.000,00 per bulan dengan jaminan tidak ada perubahan premi selama 8 tahun membuat asuransi Zurich Proteksi 8 ini sangat ringan dan tidak memberatkan. Jika tidak ada klaim hingga masa perlindungan 8 tahun berakhir; Anda akan memperoleh pengembalian premi yang telah dibayarkan dengan tambahan bonus 8% dari total premi yang telah ditabung. Alasan inilah yang membuat Zurick Proteksi 8 merupakan cara cerdas yang dapat Anda pilih untuk memperoleh perlindungan asuransi jiwa sekaligus sebagai pilihan investasi menguntungkan. Menarik, bukan?