• Protect the environment. Think before you print.

Pastikan Anda Menghindari 7 Kebiasaan Ini Saat Puasa

02 Mei 2018

6 Persiapan Wajib Sebelum Mudik dengan Kendaraan Pribadi

Kebiasaan makan sahur dan buka puasa yang tidak tepat bakal berujung pada akibat yang buruk. Apalagi di zaman sekarang kian banyak jenis makanan dan minuman “hits” yang sudah lazim dikonsumsi sebagai takjil atau menu sahur. Tumbuh di antara generasi milenial mau tak mau harus menghadapi beragam fenomena tersebut atau malahan ikut arus tren makanan/minuman tak sehat. Bagi Anda yang menjalankan ibadah puasa, pastikan untuk menghindari tujuh kebiasaan tak sehat berikut ini.

Buka dan Sahur dengan Junk Food


 
Anda seharusnya menyadari bahwa yang namanya junk food jika dikonsumsi rutin tidak akan menyehatkan tubuh. Menyantapnya saat waktu buka dan sahur apalagi. Berbagai studi penelitian telah memaparkan risiko yang mengancam jika mengonsumsi junk food terus menerus tanpa diimbangi oleh asupan gizi dan nutrisi yang tepat.
Sementara tubuh yang sedang berpuasa justru membutuhkan asupan gizi dan nutrisi yang meningkat. Waktu makan sahur dan buka harusnya dimanfaatkan dengan memberikan asupan tersebut. Silakan cari jalan tengahnya dengan mengimbangi porsi makanan bergizi yang ideal. Sesekali menyantap junk food tidak akan jadi masalah, tetapi pahami juga kebutuhan tubuh Anda. Paling baik ya memang menghindari segala jenis junk food.

Mengonsumsi Terlalu Banyak Karbohidrat Saat Sahur 



Rata-rata orang yang bersantap sahur menyertakan nasi sebagai menu utamanya. Tentu saja hal ini tidak bermasalah asal memperhatikan porsinya. Mentang-mentang mau berpuasa seharian malahan menyantap nasi dan lauk pauk sebanyak-banyaknya. Selain efek buruk akibat perut kekenyangan, karbohidrat akan semakin menumpuk dalam tubuh menjadi gula darah atau glukosa yang tidak terproses akibat seharian berpuasa dan cenderung mengurangi aktivitas.
Idealnya adalah mengonsumsi santapan sahur yang sesuai porsi gizi. Bahkan tidak perlu memaksakan diri menyantap nasi jika memang merasa perut masih penuh atau menolaknya. Tapi yang harus diingat juga bahwa karbohidrat tidak hanya terkandung di dalam nasi tapi beberapa jenis makanan lain seperti kentang.

Langsung Tidur Setelah Sahur


Nah, ini juga yang menjadi kebiasaan yang dianggap wajar selama berpuasa. Saat sudah selesai bersantap sahur malah kembali beranjak tidur. Perut yang baru saja terisi seharusnya jangan lantas membiarkan tubuh berbaring apalagi sampai ketiduran. Berikan waktu organ pencernaan mengolah makanan yang baru saja dikonsumsi.
Bagaimana jika mengantuk? Ya, inilah salah satu konsekuensi dari menjalankan ibadah puasa. Anda tak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kedisplinan tubuh dan pikiran termasuk godaan untuk tidur kembali. Isilah waktu setelah santap sahur dengan menjalankan ibadah sholat Subuh dan dilanjutkan membersihkan atau membereskan rumah. Atau lebih baik lagi dengan mengisi waktu berjalan-jalan santai sembari menghirup udara segar. Bukannya tidak boleh tidur lagi, tetapi ambil jarak waktu dari santap sahur tadi kira-kira dua jam. Toh, Anda masih bisa tidur sebentar dan bersiap menjalankan rutinitas.

Melewatkan Sahur

Ada lagi kebiasaan yang dianggap wajar dengan melewatkan waktu sahur. Bagaimanapun juga sahur sangat penting bagi tubuh yang sedang berpuasa. Minimal ada asupan yang cukup dan melengkapi kinerja organ pencernaan dalam tubuh. Perkecualian jika yang tidak sengaja ketiduran atau kesiangan sehingga tidak sempat bersantap sahur, karena hal itu pastinya bukan kebiasaan atau disengaja. Solusinya adalah mengatur alarm supaya bisa bangun tepat untuk bersantap sahur.

Makan Terlalu Berlebihan Saat Berbuka

Waktu berbuka sudah tiba dan Anda berpikir sudah saatnya melepaskan hasrat makan dan minum sepuasnya. Tunggu dulu. Kasihan perut Anda kalau mendadak diisi oleh banyak makanan dan minuman. Waktu yang Anda miliki masih sangat panjang, jadi kenapa seolah-olah bersantap dan minum seperti orang sahur? Dan pada dasarnya bersantap sahur dengan tergesa-gesa dan dalam porsi besar pun sangat buruk. Demi menjaga kesehatan tubuh, saat tiba waktu berbuka awali dengan minum air putih dan kalau bisa yang hangat. Tujuannya adalah menstabilkan suhu di dalam tubuh. Lalu awali dengan makanan ringan dan yang dianjurkan adalah kurma atau buah-buahan. Baru setelah itu Anda bisa menyantap beberapa jenis makanan namun tidak usah banyak-banyak.
Ada jeda dari pertama kali makan dan minum sampai akhirnya Anda bersantap menu utama seperti nasi dan lauk pauknya. Selama berbuka puasa, cara mengunyah pun harus tetap terkendali. Organ pencernaan khususnya usus akan kesulitan bekerja jika tidak melakukan buka puasa dengan baik dan benar.
Apa akibatnya jika berbuka berlebihan? Beberapa menit setelah itu tubuh malah akan terasa lemas dan biasanya cepat mengantuk. Alhasil tubuh malah jadi tidak produktif dan berbahaya bagi kesehatan.

Minum Minuman Yang Mengandung Kafein Saat Sahur Dan Berbuka


Bagi Anda yang menggemari minuman berkafein, tunggulah beberapa saat setelah waktu berbuka. Dan pada saat sahur disarankan untuk tidak mengonsumsi kafein. Kenapa? Karena efeknya sangat buruk bagi kesehatan tubuh, khususnya lambung. Kadar asam dalam lambung akan naik sangat cepat sementara tubuh belum diisi makanan dan minuman yang ideal. Jika Anda masih ingin mengonsumsi minuman berkafein, aturlah waktu yang tepat semisal beberapa jam setelah berbuka dan tentu saja sudah menyantap makanan berat.

 

Sayangilah tubuh Anda dan berikan asupan gizi serta nutrisi yang mencukupi. Waktu berpuasa adalah momen untuk meningkatkan kualitas kesehatan tubuh, bukannya malah menurunkannya. Investasikan kesehatan tubuh Anda juga melalui perencanaan yang matang seperti yang ditawarkan oleh produk asuransi jiwa Mahacita Protection dari PT ZTL. Produk asuransi jiwa ini menawarkan perlindungan jiwa sampai dengan Tertanggung dengan usia 100 tahun dan menghadirkan peluang investasi yang optimal dan menarik.