• Protect the environment. Think before you print.

5 Jurus Jitu Memulai Bisnis Jastip Untuk Pemula

12 September 2018

Kini liburan pun bisa menghasilkan uang di mana Anda bisa membuka jasa penitipan barang luar negeri atau yang populer dengan nama jastip

asuransi jiwa

Pekerjaan Anda banyak membawa Anda untuk bepergian ke luar negeri? Atau Anda suka melakukan perjalanan ke luar negeri untuk liburan? Kini liburan pun bisa menghasilkan uang di mana Anda bisa membuka jasa penitipan barang luar negeri atau yang populer dengan nama jastip. Bisnis jasa titip barang luar negeri ini dilakukan dengan cara mengumpulkan pesanan orang yang ingin mendapatkan barang tertentu dari negara yang Anda kunjungi kemudian Anda membelikannya ketika berada di negara tersebut. Bisnis jastip cukup populer saat ini karena konsumen bisa terhindar dari biaya shipping atau pengiriman dari luar negeri yang harganya mahal, belum lagi kalau kena pajak bea cukai. Berikut adalah tips #MudahkanHidup bagi Anda yang tertarik untuk membuka bisnis jastip luar negeri.


1. Mengenali target pasar Anda

Langkah pertama adalah dengan mengenali target pasar yang ingin Anda sasar. Target pasar ini penting untuk memudahkan Anda nantinya melakukan promosi jasa titip barang ini. Misalnya targetnya adalah anak muda yang biasanya barang yang dicari adalah makanan kecil yang cuma ada di negara tertentu, produk-produk perawatan wajah, CD musisi favorit yang tidak dirilis di Indonesia, berbagai macam pernak pernik lucu dan unik. Bisa juga menyasar ibu-ibu sosialita yang suka mengoleksi tas branded, parfum, dan produk fashion lain yang tidak ada di Indonesia.


2. Promosikan dengan menggunakan Sosial Media
 

Anda bisa menggunakan media sosial atau membuat situs sendiri untuk mempromosikan bisnis yang Anda jalankan. Anda bisa mengumumkan kapan Anda akan berangkat ke negara tujuan, dan membuka slot pesanan barang. Anda juga bisa melakukan komunikasi dengan pelanggan via media sosial untuk menentukan barang apa saja yang ingin dibeli, berapa banyaknya, hingga ke hal-hal teknis seperti cara menyerahkan barang, pembayaran, dan sebagainya.


3. Pahami cara kerja bisnis Jasa Titip

Untuk bisnis jasa titip biasanya pelanggan akan meminta jastip untuk membelikan barang tertentu (sesuai dengan target pasar jastip), dan pemilik jastip akan mencatat barang yang dipesan oleh pelanggan. Biasanya barang baru dibayar ketika barangnya sudah dibeli kemudian harganya dikonversikan dari kurs mata uang negara yang dikunjungi ke rupiah. Pelanggan tidak perlu membayar biaya shipping namun biaya pengiriman lokal menjadi tanggungan pelanggan, kalau dekat bisa juga COD. Jastip bisa mendapatkan keuntungan dari perbedaan harga kurs atau mengambil untung dari harga jual barang yang dibeli. 

4. Hitung omset dengan Teliti

Resiko kerugian biasanya karena penurunan nilai harga kurs mata uang asing terhadap nilai mata uang rupiah saat pelanggan membayar barang dibandingkan dengan ketika Anda menukarkan uang dengan mata uang asing negara tujuan. Untuk mengatasinya, Anda bisa menentukan mau menggunakan nilai mata uang yang berlaku ketika membeli barang, atau ketika pembayaran dilakukan oleh pelanggan karena fluktuasi mata uang asing berubah setiap harinya. Anda juga bisa mengurangi resiko kerugian dengan meninggikan harga barang yang dititip dari harga yang sebenarnya.

5. Pastikan Anda punya perlindungan saat ke luar negeri

Agar sukses membangun bisnis jastip tentunya setiap perjalanan yang Anda lakukan harus aman dong. Lindungi diri Anda dengan Zurich Passport yang memberikan perlindungan resiko bagi Anda yang melakukan perjalanan bisnis maupun wisata baik dengan transportasi darat, laut, maupun lewat udara. Perlindungan perjalanan yang tersedia untuk sekali perjalanan maupun perlindungan tahunan ini bisa memberikan Anda rasa kenyamanan dan keamanan yang lebih solid karena jika terjadi resiko, Anda tidak perlu repot memikirkan masalah keuangannya. Sukses bisnis jastip bersama dengan Zurich Passport.