Jangan Panik! Ini 4 Hal yang Sebaiknya Dilakukan Jika Terjadi Gempa Bumi

16 Oktober 2019

Indonesia sebagai negara yang rentan mengalami gempa, baiknya Anda tahu hal apa yang sebaiknya dilakukan jika terjadi gempa bumi.

alat pendeteksi gempa

Ingatkah Anda tentang peristiwa gempa bumi di bulan Agustus 2019 lalu yang terasa hingga Jakarta, Depok, dan Bekasi, dan Jawa Barat? Indonesia termasuk salah satu negara yang rawan gempa. Salah satu alasannya disebabkan karena Indonesia berada di jalur gempa teraktif di dunia dan di kelilingi oleh cincin api pasifik atau ring of fire. Inilah yang menyebabkan Indonesia sebagai wilayah yang mudah sekali mengalami gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami. 

Sebagai negara yang rawan gempa bumi, tentu Anda harus waspada jika suatu waktu gempa bumi terjadi. Namun sebelum itu, ketahui dulu apa saja teknologi yang digunakan beberapa negara untuk mengurangi kerusakan akibat gempa. 

Tabung Kardus

Insinyur Jepang Shigeru Ban menjadi orang di belakang teknologi ini. Tabung kardus dianggap sebagai teknologi yang kokoh cocok untuk diterapkan pada negara berkembang. Salah satu alasannya adalah alat ini mudah dibentuk dan bisa menjadi material terkokoh untuk menahan gempa. Shigeru Ban menjadikan kardus sebagai elemen utama untuk framing bangunan.

Salah satu bangunan yang memakai alat ini adalah Transitional Cathedral di Christchurch, New Zealand dengan memanfaatkan 98 tabung kardus raksasa yang ditambah dengan balok kayu untuk memperkuatnya. 

Pondasi Melayang

Menjadi salah satu negara rentan mengalami gempa, para ilmuwan Jepang mengembangkan konsep teknologi pondasi melayang. Teknologi ini berupa pondasi bangunan yang bisa terangkat bila gempa terjadi. Bila terjadi gempa, sensor yang ada pada pondasi melayang mampu mengecek gempa. Sensor tersebut terhubung pada kompresor udara dan dalam waktu singkat bisa mengambil udara yang mengangkat pondasi dan bangunan bila gempa terjadi. Kondisi ini bisa meminimalisir bangunan hancur. Bila gempa sudah tidak terjadi, kompresor akan mati dan pondasi bisa kembali seperti semula.

Sekring Pengganti

Teknologi ini terinspirasi dari bangunan yang memiliki sekring untuk melindunginya dari kegagalan listrik dan Anda bisa menggantinya bila terjadi kerusakan. Temuan teknologi ini berasal dari Amerika Serikat dan diberi nama controlled rocking system. Alat sekring gempa ini dilengkapi kabel yang memiliki kemampuan self-centering sehingga bisa menahan gempa saat gempa tidak terjadi lagi. Bila suatu saat sekring ini meledak akibat gempa, akan bisa diubah lagi dengan yang baru.

4 Hal yang Sebaiknya Dilakukan Jika Terjadi Gempa Bumi

Ada 4 hal  di bawah ini yang bisa Anda lakukan jika terjadi gempa bumi.

1. Bila Anda berada di luar rumah saat gempa terjadi, jangan berdekatan dengan tiang tinggi, bangunan, pohon tinggi untuk menghindari tubuh tertiban atau terluka bila ketiganya rubuh. Jauhi juga daerah dekat tebing atau jurang karena saat gempa rentan mengalami tanah longsor. Carilah tempat terbuka dan tanah lapang.

2. Bila terdapat bau gas Anda harus segera tutup dan cabut katup pada tabung gas. Kemudian bila ada listrik yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi,  baiknya segera matikan sumber listrik untuk menghindari konsleting listrik. 

3. Bila Anda sedang berada dalam kantor atau ruangan yang ada di gedung tinggi, segeralah keluar dari gedung dan hindari penggunaan lift, baiknya pilih memakai tangga. 

4. Bila sedang di dalam rumah, berlindunglah di bawah meja dan utamakan untuk melindungi kepala dengan memanfaatkan bantal, tas maupun tangan. Selain itu, cobalah untuk tidak berada di dekat barang pecah belah atau lemari atau dan segera keluar dari rumah jika gempa sudah berakhir.

Selain 4 hal di atas, perlu juga memproteksi diri dengan asuransi dari Zurich, yakni Asuransi Gempa Bumi, Gunung Meletus, Longsor, dan Tsunami. Jenis asuransi ini mampu melindungi harta benda yang Anda asuransikan, apabila rusak atau musnah disebabkan oleh beberapa bencana alam seperti gempa bumi, gunung meletus, longsor, tsunami atau bencana alam lainnya.

Harta benda yang diasuransikan haruslah yang Anda miliki atau Anda memiliki  hak dan tanggung jawab yang sah. Harta yang dimaksud bisa berupa bangunan atau isi bangunan atau keduanya. Untuk tahu lebih lengkapnya bisa cek di sini.