• Protect the environment. Think before you print.

Cara Memulai Keluarga Berencana & Ketahui Juga Manfaatnya

09 Desember 2019

Melakukan keluarga berencana cukup penting untuk dilakukan karena ada berbagai macam manfaat yang bisa dirasakan. Berikut cara memulai dan manfaatnya bagi keluarga.

keluarga berencana

Keluarga Berencana (KB) merupakan program skala nasional yang bertujuan untuk mengontrol angka kelahiran dan membantu mengontrol pertambahan jumlah penduduk di suatu negara serta untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak.

Indonesia sendiri mengatur program Keluarga Berencana dalam UU N0 10 tahun 1992, yang dijalankan dan diawasi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Gerakan ini mulai digagas di akhir tahun 1970-an.

Program Keluarga Berencana menganggap jika jumlah anak dalam sebuah keluarga sebaiknya dua saja. Bentuk nyata dari adanya program Keluarga Berencana adalah dengan menggunakan alat kontrasepsi yang bertujuan untuk mencegah atau menunda kehamilan. Ada beberapa alat kontrasepsi yang paling sering digunakan, IUD, KB implan/susuk, Kondom, Pil KB, Suntik, dan vasektomi dan tubektomi (KB permanen). 

Tips Keluarga Berencana

Dalam menjalankan program Keluarga Berencana, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni:
1. Lakukan pernikahan di usia yang ideal. Wanita 21 tahun & pria 25 tahun.
2. Mengatur jarak kelahiran anak 3-5 tahun dengan pemakaian alat kontrasepsi.
3. Buatlah rencana jumlah anak yang akan Anda dan pasangan miliki.
4. Cari tahu berbagai jenis KB dan pastikan jenis KB yang dipakai cocok.
5. Batasi kelahiran ketika sudah memasuki usia 35 tahun agar bisa merawat anak yang ada dengan maksimal.

Manfaat dari Menjalankan Program Keluarga Berencana

Bila dilakukan dengan tepat, keluarga berencana bisa memberikan manfaat bagi pasangan suami-istri. Apa saja manfaat keluarga berencana? 

a. Tumbuh Kembang Anak Terjamin

Dengan keluarga berencana akan membantu tumbuh kembang anak lebih terjamin, karena mereka bisa memperoleh lebih banyak kasih sayang dan perhatian dari orang tua. 

b. Mencegah Terjadinya Kehamilan yang Tidak Diinginkan

Kehamilan yang tidak direncanakan bisa saja terjadi. Hal ini juga bisa terjadi karena waktu kehamilan yang kurang tepat dengan yang diinginkan, contohnya karena jarak usia anak pertama terlalu dekat dengan anak kedua.

Terdapat kemungkinan risiko munculnya masalah kesehatan baik untuk ibu maupun bayi akibat dari kehamilan yang tidak diduga. Untuk risiko yang mungkin saja dialami oleh ibu, yakni depresi ketika sedang hamil dan melahirkan (postpartum), kemungkinan komplikasi melahirkan yang berisiko perdarahan berat, toksemia, dan kematian ibu.

Kehamilan yang tidak direncanakan dan tidak diinginkan justru bisa meningkatkan risiko bayi lahir berat rendah (BBLR), cacat lahir, atau prematur.

c. Memelihara Kesehatan Mental Keluarga

Kehamilan yang tidak diinginkan bisa mengambil hak anak dalam hidupnya seperti tumbuh kembang secara biologis, pendidikan, dan sosial.
Selain itu, bagi sebagian wanita, ada yang mudah stres ketika hamil dan melahirkan. Khususnya bagi kehamilan yang terjadi pada wanita yang sangat muda atau yang belum siap memiliki keturunan. Bukan hanya wanita, pria bisa mengalami depresi ketika istrinya hamil dan melahirkan. Alasannya bermacam-macam bisa jadi karena belum siap secara mental untuk menjadi ayah dan kepala keluarga dan  belum siap secara finansial, atau fisik.

d. Menghindari HIV/AIDS dan Gangguan Kesehatan Reproduksi 

Penggunaan kondom menjadi salah satu cara kontrasepsi yang biasa dan paling mudah dilakukan. Mencari produknya pun juga tidak sulit. Tetapi, banyak orang masih menganggap ini hal tabu dan malu memakainya. Pemakaian kondom sendiri bukan hanya bisa menghindari kehamilan. Kondom juga bisa mencegah terjadinya penularan penyakit seperti HIV/AIDS, kanker, dan lain sebagainya.

Program Keluarga Berencana bisa melindungi ibu dari kemungkinan munculnya gangguan kesehatan reproduksi akibat hamil yang waktunya berdekatan, hamil terlalu muda atau terlalu tua. Selain itu, bisa menghindari berbagai risiko masalah kelahiran prematur atau preeklampsia, yakni suatu kondisi komplikasi kehamilan di mana wanita mengalami tekanan darah tinggi yang bisa membahayakan ibu dan juga kandungan. 

Selain dengan melakukan program Keluarga Berencana, Anda juga perlu memproteksi diri dengan asuransi keluarga seperti Zurich Principle Care. Asuransi kesehatan ini bisa memberikan manfaat klaim multiple, yakni memberikan kesempatan bagi Anda untuk menikmati layanan pengajuan klaim sampai maksimum 3 kali terhadap penyakit kritis yang tidak berhubungan dan bukan komplikasi penyakit kritis sebelumnya, dengan manfaat asuransi hingga 175% dari nilai Uang Pertanggungan. Bagi Anda yang ingin melihat produk asuransi lainnya yang dimiliki Zurich, silakan cek di sini.