• Protect the environment. Think before you print.

Pentingnya Menemukan Pola Asuh Anak yang Cocok untuk si Kecil

19 Maret 2020

Pola asuh anak sangat penting diperhatikan oleh semua orang tau. Berikut pentingnya pola asuh anak yang perlu diketahui.

pola asuh anak
Menjadi orang tua bukan perkara merawat buah hati saja tapi juga perlu memberikan dan mengenalkan ajaran serta nilai-nilai yang berlaku di masyarakat, mengembangkan bakatnya, dan tentunya memberikan kasih sayang. Pola asuh anak adalah proses yang dilakukan demi menambah dan memberikan dukungan bagi perkembangan emosional, finansial, fisik, intelektual, dan sosial Si Kecil semenjak bayi sampai dewasa.
 
Jenis-jenis Pola Asuh Anak
 
Penerapan pola asuh orang tua terhadap perkembangan anak berbeda-beda sehingga memberikan dampak yang beragam pula bagi tumbuh kembang anak. Ada 4 pola asuh anak yang umum dilakukan orang tua yakni:
 
Uninvolved (Kurang Terlibat)
 
Pada pola asuh anak ini, orang tua menyerahkan keputusan pada anak dan membebaskan anak untuk memilih apapun yang mereka mau. Selain mencukupi kebutuhan anak secara finansial, komunikasi dan kekedekatan antara orang tua dengan anak cenderung kecil. Kendali diserahkan pada anak dan emosi anak juga tidak diperhatikan dengan baik.
 
Pola asuh seperti ini, akan membuat anak jadi manja dan sesuka hati dalam bertindak, anak dapat bertumbuh kembang dengan memiliki kompetensi dan harga diri yang rendah.
 
Authoritarian (Otoriter)
 
Pada pola asuh anak authoritarian (otoriter) orang tua cenderung dominan dan menjadi bos bagi kehidupan anak. Anak diharuskan untuk mengikuti aturan yang telah ditentukan orang tua dan akan mendapat hukuman jika tidak. Biasanya saat anak akan mulai melakukan sesuatu, orang tua langsung melarang tanpa memperhatikan banyak aspek.
 
Anak jadi kurang bisa berkembang, selalu merasa ketakutan dan cemas serta tidak mampu untuk terbuka pada orang tua. Dampak lain dari pola asuh anak ini adalah anak menjadi agresif, kurang percaya diri, dan merasa tidak bahagia, memiliki harga diri yang rendah, dan berisiko memiliki masalah dalam pergaulan dengan teman sebaya.
 
Indulgent (Permisif)
 
Jenis pola asuh anak yang satu ini memiliki kehangatan antara orang tua dan anak yang cukup besar namun sayangnya kontrol orang tua cenderung sedikit. Aturan yang dibuat tidak tegas dan kurang jelas, kebanyakan orang tua lebih memilih mengikuti kemauan anak, dan menghindari konfrontasi. Hasilnya, anak merasa lebih egois dan berkuasa. Dampak dari pola asuh permisif akan membuat anak cenderung tidak mandiri, sering mengalami masalah di lingkungan sosial maupun terkait kekuasaan.
 
Authoritative (Demokratis)
 
Ini merupakan pola asuh anak yang ideal. Ditandai dengan control dan ketegasan yang seimbang serta kehangatan orang tua dan anak yang cukup tinggi. Orang tua mau mendengarkan setiap pertanyaan dan pernyataan serta responsif pada anak. Harapan besar pada anak sama besarnya dengan dukungan dan kehangatan yang diberikan.
 
Pola asuh ini membuat anak lebih terkontrol, bisa membedakan mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak. Hasilnya, dalam keseharian, anak jadi terbuka pada orang tua, lebih sering ceria, merasa percaya diri, dan lebih bekerja keras mencapai sukses di masa depan.
 
Sebagai orang tua, Anda bukan hanya perlu menentukan jenis pola asuh terhadap perkembangan anak saja. Tapi perlu juga memberikan perlindungan bagi keluarga, salah satunya dengan pemilihan asuransi jiwa yang tepat untuk perlindungan diri di masa depan.
 
Anda bisa memilih Zurich MahaCita Protection, produk asuransi jiwa yang mampu memberikan perlindungan hingga tertanggung berusia 100 tahun. Selain itu, dapatkan juga manfaat Diagnosa Awal sebesar Rp 10juta dan manfaat tanggungan sebesar 50% dari Uang Pertanggungan Maha CI Plus apabila tertanggung terdiagnosa menderita salah satu dari 32 penyakit kritis tahap awal, sebelum berusia 65 tahun.
 
Bagi Anda yang ingin melihat informasi lebih lanjut terkait asuransi Zurich MahaCita Protection atau tips #MudahkanHidup sehari-hari, bisa kunjungi situs resmi Zurich.