Simak 5 Tahapan Perencanaan Proyek Bangunan untuk Panduan Renovasi Rumah

19 Februari 2020

Anda berencana merenovasi rumah? Berikut 5 tahapan perencanaan proyek bangunan untuk renovasi rumah yang bisa diikuti.

5 Tahapan Perencanaan Proyek Bangunan untuk Panduan Renovasi Rumah
Mungkin beberapa dari Anda sedang merencanakan untuk renovasi rumah tapi masih bingung seperti apa tahapan proyek bangunan yang perlu dilakukan. Memperbaiki atau merancang ulang tempat yang biasa dihuni sehari-hari memang tidak bisa sembarangan dan biaya yang dibutuhkan juga tidak kecil. Tidak heran banyak orang yang mempersiapkan proyek ini jauh-jauh hari sebelum proses pembangunannya dimulai.
 
Selain kesiapan finansial, masih ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan dengan manajeman pembangunan proyek yang baik pula. Sebagai panduan renovasi rumah, berikut lima tahapan perencanaan proyek yang bisa dilakukan.
 
Menentukan Anggaran Renovasi Rumah
 
Dalam merencanakan proyek renovasi rumah, Anda perlu menetapkan budget yang akan dihabiskan. Hitunglah dengan teliti segala pengeluaran yang diperlukan seperti biaya untuk material, biaya peralatan pendukung renovasi, tenaga kerja, dan biaya tak terduga selama renovasi.
 
Tahapan perencanaan proyek bangunan yang satu ini termasuk proses yang sulit karena Anda harus cermat memperhitungkan kemungkinan adanya biaya tambahan yang muncul akibat kejadian-kejadian tak terduga, seperti waktu pengerjaan yang molor akibat hujan, bencana alam atau musibah lainnya.
Spesifikasi Rumah yang Akan Direnovasi
 
Tahapan perencanaan proyek bangunan selanjutnya adalah menentukan desain dan spesifikasi ruangan, atau bagian apa saja yang ingin direnovasi. Hal ini akan berdampak pada pemakaian bahan bangunan, jenis, dan biaya yang akan dikeluarkan. Baiknya buat gambar rencana bangunan yang mewakili tata ruang yang ingin diingnkan. Anda bisa meminta bantuan arsitek untuk menggambarkan rancangan renovasi bagi hunian Anda.
 
Memilih Kontraktor
 
Anda harus memilih kontraktor yang tepat dan bisa Anda percayai untuk menangani proyek bangunan ini. Pilihlah kontraktor yang sudah berpengalaman dan memiliki reputasi baik. Baiknya Anda membicarakan proyek bangunan dengan kontraktor Anda secara detail, termasuk manajeman pembangunan proyek, agar mereka bisa mengetahui apa saja yang Anda inginkan untuk renovasi rumah dan ekspektasi Anda terhadap rentang waktu pengerjaan proyek ini.
Mengurus IMB untuk Renovasi Rumah
 
Sebagian orang berpikir, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) hanya perlu diurus ketika membangun rumah baru. Sebenarnya itu tidaklah benar, karena IMB perlu juga diurus ketika merenovasi rumah meskipun tidak semua renovasi rumah harus membuat IMB.
 
Jadi, Anda harus membuat IMB jika renovasi yang dilakukan sampai mengubah tata letak ruang. Contohnya menambah luas bangunan, baik ke atas maupun ke samping, perubahan tampak depan, membongkar dinding untuk memperluas ruangan, mengubah ruang misalnya ruang keluarga menjadi kamar.
 
Sementara jenis renovasi yang tidak perlu membuat IMB baru adalah perubahan atau pergantian bahan bangunan, contohnya perbaikan pagar, membuat saluran air atau septic tank, perubahan rangka atap, perubahan tembok biasa menjadi batu alam, pengecatan, penggantian bahan bangunan, dan perubahan atau perbaikan lainnya yang tidak menyebabkan perubahan pada struktur.
 
Berbelanja Kebutuhan Renovasi Rumah
 
Persiapan sebelum berbelanja kebutuhan renovasi rumah menjadi tahapan perencanaan proyek yang perlu dilakukan juga. Anda bisa membeli kebutuhan material sendiri atau meminta bantuan kontraktor untuk menentukan bahan yang diperlukan saat renovasi rumah.
 
Jika Anda meminta bantuan pada kontraktor, baiknya ikutlah terlibat dalam pemilihannya agar barang-barang yang dibeli memang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan Anda. Ini juga perlu dilakukan agar Anda tahu berapa harga barang material di pasaran dan bagaimana kualitasnya.
 
Dalam berbelanja bahan-bahan bangunan yang diperlukan, Anda juga bisa memakai jasa asuransi Zurich Pengangkutan Barang. Asuransi ini memberikan perlindungan atas barang yang Anda beli terhadap kerugian atau kerusakan secara fisik yang disebabkan dari risiko yang ditanggung.
 
Salah satu manfaat lain asuransi Zurich Pengangkutan Barang, yakni untuk menjamin pengiriman barang yang berhubungan dengan suatu proyek pembangunan atau pembuatan, sejak proyek dimulai sampai proyek bangunan selesai. Untuk tahu lebih lengkap terkait Zurich Pengangkutan Barang maupun asuransi lain yang ada di Zurich, yuk, baca langsung di sini.