1. Indonesia
  2. Jurnal Zurich
  3. Tak Hanya Sekadar Lezat, Ini Dia Sejarah Unik di Balik Makanan Tradisional Indonesia

Tak Hanya Sekadar Lezat, Ini Dia Sejarah Unik di Balik Makanan Tradisional Indonesia

11 Januari 2017

Indonesia, tak hanya terkenal akan pemandangannya yang eksotis, tapi juga kaya akan makanan tradisional dan sejarahnya yang melegenda

Sejarah Unik di Balik Makanan Tradisional Indonesia

Indonesia tak hanya dikenal dengan geografis serta kultur budaya yang kaya dan unik. Namun juga kaya akan beraneka ragam makanan tradisional dengan nama dan kandungan sejarah dibaliknya. Bukan sembarang penamaan, tetapi nama tersebut memiliki arti dan sejarah tersendiri, yang membuatnya tak hanya kaya akan citarasa, tapi juga sarat akan makna, sehingga membuatnya terkenal di mata masyarakat hingga mancanegara.

Kerupuk Melarat, Makanan Tradisional Khas Kota Udang

Siapa yang tak kenal makanan tradisional jenis kerupuk yang satu ini? Kerupuk asal Cirebon yang berbahan dasar tepung tapioka ini memiliki keunikan dalam rasa, bentuk, hingga proses pembuatan. Tak seperti kerupuk pada umumnya yang digoreng menggunakan minyak dalam wajan, kerupuk melarat diolah menggunakan pasir panas dari pegunungan sebagai bahan menggoreng atau disebut dengan teknik sangrai. Asal mula dari nama unik tersebut adalah, karena pada zaman dulu para pelaku usaha kerupuk melarat merasa kesulitan membeli minyak goreng yang pada saat itu harganya melambung tinggi. Oleh karena situasi itulah, para pelaku usaha berinovasi untuk menekan biaya produksi, tanpa mengurangi kualitas produk.  

Tahu Gimbal, Sensasi Nikmati Gorengan Bercampur Kuah Petis
Tahu gimbal, makanan tradisional khas kota Semarang ini terdiri dari campuran tahu yang digoreng, dipadu dengan aneka sayuran seperti kol yang dirajang, tauge, telur, serta lontong dan disajikan dengan siraman bumbu kacang encer ini begitu khas, karena menggunakan petis udang sebagai pengencernya. Namun, apakah Anda pernah bertanya-tanya, kenapa dinamakan tahu gimbal? Bukan karena pemiliknya berambut gimbal, tetapi gimbal adalah sebuah gorengan yang terbuat dari udang yang digoreng dengan tepung sampai garing dan disajikan dengan beberapa pelengkap.

Nasi Kucing, Porsi Sejumput dengan Aneka Lauk
Makanan tradisional asal kota pelajar ini bisa dibilang cukup fenomenal. Tak hanya di kota asalnya saja, Yogyakarta, tapi juga di Jakarta. Kita dapat dengan mudah menemukan warung nasi ini di berbagai warung pinggir jalan yang biasa disebut dengan angkringan. Di daerah asalnya, Yogyakarta, makanan tradisional ini memiliki nama lain, yaitu sego kucing. Biasa disantap malam hari dengan aneka lauk pelengkap, seperti aneka sate dan juga gorengan. Dinamakan nasi kucing karena biasa dibungkus dengan daun pisang ini disajikan dengan porsi yang sangat sedikit.

Kerenyahan Dibalik Kue Dollar
Jika mendengar dari namanya, mungkin Anda berpikir bahwa makanan yang satu ini berasal dari negara Paman Sam. Tapi aslinya, kue berbentuk bulat cokelat ini asli dari Indonesia, yaitu dari Surabaya. Makanan tradisional yang termasuk ke dalam jenis camilan ini termasuk ke dalam oleh-oleh yang tak boleh ketinggalan saat kita mengunjungi kota pahlawan. Pada awalnya, camilan ini hanya memiliki satu rasa, yaitu gurih dan renyah. Namun, seiring dengan berkembangnya permintaan, camilan ini memiliki banyak varian rasa, seperti keju, wijen, hingga jahe. Camilan berbahan dasar terigu, telur, dan air ini sebenarnya tak ada hubungannya dengan uang dolar. Asal mula dari penamaannya dikarenakan bentuknya yang seperti koin pipih, karena memang proses pembuatannya yang dicetak menggunakan cetakan besi atau alumunium.

Rasa Bahagia Menikmati Roti Tertawa
Ingatkah Anda dengan makanan tradisional berbentuk bulat ini? Makanan berjenis camilan yang berasal dari Medan ini memiliki bentuk seperti kue onde karena terdapat banyak wijen di seluruh permukaannya. Hanya saja, makanan ini berbahan dasar roti yang digoreng kering dan tanpa isi, sehingga terasa lebih padat. Disebut sebagai roti tertawa, karena terdapat belahan di permukaannya, sehingga terlihat sebuah mulut yang sedang tertawa.

Dibalik keunikan nama, sejarah, serta kelezatan rasanya, aneka makanan tradisional tersebut juga bisa menjadi komoditi bisnis tersendiri. Tak hanya turut melestarikan warisan budaya, tapi bisnis makanan tradisional dapat memberikan keuntungan dalam hal meningkatkan pundi-pundi keuangan Anda. Lengkapi bisnis Anda dengan beragam perencanaan keuangan dan juga penanggulangan risiko dengan menggunakan asuransi terpercaya. Zurich Business Guard merupakan produk paket yang komprehensif untuk beragam jenis usaha dengan nilai pertanggungan hingga 20 miliar. Keistimewaan Zurich Business Guard, memberikan penggantian pada berbagai risiko di depannya, hingga bila sementara waktu Anda tidak dapat menjalankan usaha Anda. Tersedia dalam 3 jenis jaminan, Anda dapat memilih mana yang nantinya sesuai dengan Anda dan usaha yang sedang atau hendak dijalankan.

Tak hanya sebagai inspirasi, bisnis kuliner nusantara juga bisa menjadi salah satu kontribusi untuk melestarikan kebudayaan kuliner nusantara. Jenis makanan tradisional apapun yang nantinya Anda pilih, sempurnakan bisnis tersebut dengan asuransi komprehensif berikut ini yang dapat menjadi ‘pelindung’ di masa mendatang.

 

Komentar menggunakan LinkedIn

Logged In Logout

TextArea Error Message

0/180