Perkuat Jaringan Distribusi Keagenan di Jawa Tengah, Zurich Resmikan Kantor Ketiga di Semarang

30 Januari 2018

Masih jadi garda terdepan penjualan asuransi, jumlah agen Zurich di Semarang naik 98,7 persen di 2018
Lewat dukungan agen, Zurich  perluas pasar sekaligus edukasi asuransi ke wilayah Jawa Tengah
Produk asuransi dengan manfaat investasi paling diminati masyarakat Semarang
Semarang, 27 Maret 2018 - Sebagai salah satu Perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia, hari ini Zurich kembali meresmikan pembukaan kantor keagenan ketiga di Semarang, yang berlokasi di daerah Karangturi, Semarang Timur. Peresmian kantor keagenan ini merupakan salah satu realisasi strategi perusahaan untuk memperluas pasar sekaligus menyediakan wadah operasional bagi tim agen pemasar asuransi di Jawa Tengah khususnya Semarang. Saat ini, Zurich telah memiliki tiga kantor keagenan, dimana dua kantor sebelumnya berlokasi di Jalan Majapahit dan Jalan Erlangga, Semarang.

 

Chief Strategy and Operating Officer Zurich Topas Life Sutikno Sjarif menjelaskan, “Zurich sangat mengapresiasi pertumbuhan tenaga agen yang cukup tinggi di Semarang. Hal ini merupakan refleksi dari tumbuhnya minat pasar terhadap produk kami di daerah. Dalam menjalankan bisnis, Zurich selalu fokus pada tiga hal, yaitu kualitas pelayanan dan pengalaman yang ditawarkan kepada nasabah, kemudahan serta inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter masyarakat. Di Indonesia sendiri, agen masih menjadi garda terdepan yang menjembatani penyediaan akses serta edukasi asuransi kepada masyarakat. Hal inilah yang menjadi alasan strategis Zurich untuk mendirikan kantor keagenan yang ketiga di Semarang, melengkapi dua kantor keagenan yang sudah ada. Untuk Jawa Tengah, Zurich memiliki total tujuh kantor keagenan yang tersebar di Semarang, D.I Yogyakarta, Purwokerto, dan Purworejo.”

Zurich melihat kota Semarang memiliki potensi bisnis asuransi yang menjanjikan terutama dilihat dari pertumbuhan ekonomi yang tumbuh signifikan. Riset Boston Consulting Group (BCG) tahun 2013 memproyeksikan bahwa jumlah konsumen kelas menengah ke atas di Semarang akan meningkat hingga lebih dari 1 juta jiwa pada tahun 2020. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kota Semarang mencatatkan kenaikan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) yang signifikan sebesar 5,8 persen, lebih tinggi daripada LPE Jawa Tengah yang berada di angka 5,28 persen di tahun 2017.

“Kami menilai Jawa Tengah terutama kota Semarang memiliki potensi ekonomi yang sangat positif bagi ekspansi bisnis Zurich. Karenanya selain menyasar kalangan kelas menengah ke atas, Zurich juga memperluas penyediaan akses ke proteksi untuk kalangan mass market lewat produk yang terjangkau dengan manfaat komprehensif,” sambung Sutikno.

 

Berdasarkan data penjualan Zurich Topas Life, penetrasi asuransi di Jawa Tengah memperlihatkan pertumbuhan yang baik dan berkelanjutan. Adapun jumlah nasabah dari Semarang saat ini telah mencapai lebih dari seribu nasabah. Jumlah ini di tahun 2017 memberikan kontribusi rata-rata sebesar 6 persen terhadap total premi Zurich secara nasional. Sampai dengan bulan Februari 2018, total pendapatan premi dari nasabah Zurich Semarang berjumlah Rp 2,54 Milyar. Sementara itu, dari segi segmentasi pasar, mayoritas nasabah Zurich di Semarang berasal dari kalangan menengah ke atas dengan mayoritas merupakan karyawan, pengusaha dan keluarga.

 

Chief Agency Officer Zurich Topas Life Budi Darmawan menambahkan, “Pemilihan tipe dan manfaat produk asuransi di Semarang cukup variatif, sesuai dengan karakter dan kebutuhan mereka. Sejauh ini, beberapa produk yang bisa dikatakan laris di pasaran Semarang adalah produk-produk andalan kami seperti Zurich Pro-Fit 8 dan Zurich Proteksi 8. Keduanya merupakan produk dwiguna yang memberikan manfaat proteksi yang komprehensif dan dilengkapi dengan manfaat investasi dan pengembalian premi.”

 

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) baru-baru ini menyatakan bahwa total pendapatan premi meningkat 17,2 persen menjadi Rp 195,72 triliun pada tahun 2017 (yoy). Pertumbuhan pendapatan industri asuransi jiwa tahun 2017 mencapai 4 kali lipat dibandingkan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2017 yang mencapai 5,19 persen. Kondisi ini salah satunya disebabkan oleh dua hal, yaitu kesadaran masyarakat yang makin meningkat terhadap kebutuhan asuransi dan semakin gencarnya upaya pelaku industri asuransi jiwa untuk mendekatkan diri ke pasar.

 

Zurich menyadari pentingnya melakukan ekspansi baik dari segi jaringan, saluran distribusi, hingga berbagai produk ke masyarakat. Upaya ekspansi Zurich ke daerah juga merupakan inisiatif untuk mendukung misi pemerintah menggalakkan penetrasi keuangan nasional. Karena meskipun premi nasional meningkat, namun faktanya angka penetrasi masih berada di 2,99% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Riset Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2016 juga menunjukkan penggunaan asuransi di Indonesia baru mencapai 11,81 persen, yang artinya dari 100 penduduk di Indonesia baru 11 orang yang memiliki polis asuransi. OJK menargetkan, tingkat utilitas asuransi di Indonesia bisa mencapai 75% pada tahun 2020.

 

“Pembukaan kantor keagenan yang ketiga di Semarang merupakan bentuk upaya Zurich untuk mendukung pemerintah dalam memperluas jangkauan edukasi asuransi, terutama lewat kapabilitas dan pengetahuan agen yang mumpuni. Kami terus mendukung pengembangan agen profesional yang memahami kebutuhan nasabah, sehingga dapat memberikan solusi perlindungan yang tepat. Harapannya, lebih banyak lagi masyarakat yang terdorong untuk menggunakan asuransi baik itu bagi nasabah yang sudah pernah merasakan manfaat proteksi ataupun mereka yang baru mulai mempertimbangkan untuk berinvestasi di asuransi,” tutup Budi.

 

“Bisnis asuransi jiwa Zurich memiliki lebih dari empat ribu agen aktif di seluruh Indonesia. Untuk wilayah Semarang saat ini memiliki total 304 agen berlisensi aktif. Jumlah ini naik 98,7 persen dari tahun 2017 yang berjumlah 153 orang agen. Kantor keagenan ini akan menaungi lebih dari 491 agen, dimana saat ini sudah ada 390 agen yang on-boarding. Kantor ini juga akan digunakan untuk kegiatan pengembangan manpower seperti training dan saat ini dalam proses perizinan untuk dapat melakukan ujian sertifikasi AAJI,” jelas Joko Supriyanto Principal Zurich Topas Life Semarang.

 

Zurich berusaha untuk melayani kebutuhan masyarakat di kalangan mass market yang notabene berasal dari kalangan milenial. Generasi muda saat ini mendominasi lebih dari 50 persen dari total keseluruhan nasabah Zurich. Selain mengandalkan produk dengan manfaat investasi yang menyasar kalangan menengah ke atas di Semarang, Zurich juga melebarkan edukasi proteksi ke kalangan generasi muda di kota ini lewat salah satu produknya, Zurich Pro-Care.

 

Zurich Pro-Care dirancang untuk nasabah yang memiliki kebutuhan pemeriksaan kesehatan tingkat lanjut guna melindungi diri dari risiko seperti Penyakit Tidak Menular (PTM) yang membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Zurich Pro-Care menyediakan pilihan untuk melakukan pemeriksaan medis tahunan ke berbagai negara di dunia.  Zurich Pro-Care menawarkan cakupan pemeriksaan medis berkala sampai dengan Rp 50 juta, cukup tinggi dibandingkan produk sejenis di pasaran yang rata-rata memberikan cakupan hanya sampai  Rp 15 juta.

Untuk informasi lebih lanjut tentang Zurich dan produk Zurich Pro-Care, masyarakat Semarang dan Jawa Tengah dapat menghubungi call center Zurich di (021) 1500-ZUR (987) atau email ke customercare.indo@zurich.com.

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi: