Risiko Penyakit Kritis pada Kaum Produktif Meningkat, Zurich Luncurkan Zurich Principle Care

16 Juli 2018

Tuntutan lingkungan dan gaya hidup yang lebih dinamis, kaum produktif Indonesia harus lebih siap hadapi risiko penyakit kritis
Survei Zurich: Lebih dari 50% generasi usia produktif mengaku telah peduli pada proteksi kesehatan
Zurich Principle Care, asuransi penyakit kritis dengan manfaat lengkap yaitu (1) mencakup semua jenis penyakit kritis, (2) jaminan premium pengembalian premi sampai dengan 100%, dan (3) harga premi yang terjangkau mulai dari Rp 11.000 /hari

Bandung, 17 Juli 2018 - Grup perusahaan asuransi terkemuka di Indonesia, PT Zurich Topas Life, hari ini secara resmi meluncurkan Zurich Principle Care, asuransi penyakit kritis dengan manfaat lengkap, yang menjawab kebutuhan keluarga muda Indonesia saat ini.

Arnold Lihawa – Chief Training & Recruitment Officer Zurich Topas Life mengatakan bahwa kehadiran produk ini sejalan dengan komitmen Zurich dalam menghadirkan solusi perlindungan yang mudah, inovatif dan fokus memberikan nasabah solusi di setiap fase kehidupannya. “Melalui inovasi Zurich Principle Care, Zurich ingin membantu kaum dan keluarga muda Indonesia agar lebih siap dalam menghadapi risiko penyakit kritis. Dengan mengambil alih risiko beban finansial dari penyakit kritis sejak dini, maka kaum muda dapat fokus untuk berkarya dan mengejar passion-nya.”

Lebih lanjut, Arnold menjelaskan, “Seiring dengan perubahan tuntutan hidup di era modern, kebutuhan proteksi pun berkembang dan kesadaran kaum muda Indonesia dalam merencanakan perlindungan untuk keluarga semakin tinggi. Zurich Principle Care menawarkan 3 kelebihan utama untuk menjawab kebutuhan kaum muda yaitu inovasi, karena mencakup semua jenis penyakit kritis, jaminan pengembalian premi 100% kepada nasabah tiap ulang tahun polis ke-10 jika tidak pernah klaim, dan memberikan kemudahan dengan harga premi terjangkau mulai dari Rp 11.000/ hari.”

Kaum usia produktif merupakan penentu masa depan Indonesia. Data Badan Pusat Statistik Indonesia menunjukkan bahwa 50% lebih penduduk Indonesia adalah usia produktif, dengan kelompok usia yang mendominasi adalah usia 15-39 tahun dengan jumlah sekitar 84,75 juta atau 32% dari total penduduk Indonesia. Namun, seiring dengan perkembangan kondisi lingkungan, gaya hidup modern dan pola makan, kaum usia produktif memiliki risiko terpapar penyakit kritis yang lebih tinggi. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), di 2015 sedikitnya lebih dari 48ribu orang meninggal dunia setiap harinya karena penyakit kardiovaskular. Diprediksi, pada tahun 2020 tiga perempat kematian di negara maju disebabkan oleh penyakit kritis.
  
Dokter berprestasi sekaligus aktris, Lula Kamal yang turut hadir dalam acara peluncuran Zurich Principle Care menjelaskan, “Di Indonesia sendiri, terdapat 3 penyakit kritis tertinggi yang menyebabkan kematian, yaitu penyakit kardiovaskular, kanker, dan diabetes. Saat ini penyakit kritis tidak terbatas pada mereka yang berusia tua. Generasi produktif di daerah urban dan sub – urban turut memiliki potensi lebih tinggi akan penyakit kritis karena stress level dan gaya hidup. Bahkan polusi di kota besar pun menjadi penyebab maraknya penyakit kritis,” Lula Kamal menambahkan bahwa selain risiko kematian yang tinggi, penyakit kritis juga dikenal memiliki biaya medis yang tinggi, sebagai contoh biaya perawatan penyakit kanker tiap bulannya bisa mencapai 100juta.

Hasil riset JakPat yang bekerjasama dengan Zurich menunjukkan bahwa 88,18% responden yang merupakan generasi produktif menjawab bahwa manfaat biaya berobat menjadi manfaat yang paling diharapkan dari sebuah asuransi kesehatan. Lebih lanjut, menurut Tower Watson Global Medical Trend Survey Report, biaya kesehatan di Indonesia meningkat sekitar 79% selama periode 2010-2014.

Kementerian Kesehatan di tahun 2016 pun mengklaim bahwa penyakit kritis telah menyerap anggaran tinggi sekitar Rp 1,69 triliun atau 29,67% dari total anggaran nasional. Hal ini mencerminkan bagaimana beban finansial dari penyakit kritis dapat memengaruhi kesejahteraan finansial seseorang. “Melalui kehadiran Zurich Principle Care, selain membantu melindungi ekosistem finansial bagi kaum usia produktif, juga bertujuan untuk mendukung dan membantu pemerintah dalam mengupayakan perlindungan penyakit kritis bagi masyarakat, sehingga dapat fokus mencapai produktivitas maksimal,” tutup Arnold.

Zurich Principle Care memberikan perlindungan terhadap seluruh jenis penyakit kritis, termasuk stroke, jantung, kanker, gagal ginjal, sirosis hepatitis, haemofilia, leukimia, dan thalesemia. Lebih lanjut, produk inovasi ini juga memberikan manfaat klaim maksimal sampai 3 kali, klaim penyakit kanker lanjutan, manfaat angioplasti, layanan opini medis kedua, serta manfaat meninggal dunia. 

Potensi Asuransi di Kota Bandung Masih Besar

Kabupaten Bandung yang terbagi dalam 31 kecamatan, dengan populasi penduduk mencapai 4 juta jiwa menjadikan Bandung sebagai salah satu pusat terpenting untuk kegiatan  ekonomi dan sosial di Indonesia. “Dorongan ekonomi, peningkatan populasi yang cepat, dan ekspansi perkotaan, yang dapat dikaitkan dengan pertumbuhan luar biasa di sektor komersial, industri, dan pendidikan, membawa banyak peluang besar bagi industri asuransi di Bandung. Apalagi penetrasi asuransi di wilayah ini masih terbilang rendah, yaitu sekitar 2-3%. Ini merupakan tantangan sekaligus kesempatan bagi praktisi industri asuransi,” jelas Arnold. 

Saat ini sekitar 10% dari jumlah premi tahunan Zurich di Indonesia merupakan kontribusi dari wilayah Jawa Barat setiap tahunnya. Dari sisi jalur distribusi, agen masih mendominasi, dengan lebih dari 422 tenaga agen pemasar yang terpusat pada 1 kantor pemasaran mandiri. “Bagi kami agen bukan semata memasarkan produk, namun berperan penting dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya perlindungan asuransi,” tutup Arnold. 

Zurich Principle Care merupakan produk asuransi yang dikeluarkan PT Zurich Topas Life. PT Zurich Topas Life merupakan perusahaan asuransi jiwa yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi: