Selain Disukai Banyak Orang, Ini Manfaat Berbuat Baik bagi Diri Sendiri dan Orang Lain

Share this

Manfaat berbuat baik tidak hanya dirasakan oleh orang yang menerima bantuan, tetapi juga oleh orang yang melakukannya.

Tindakan sederhana seperti membantu teman, mendengarkan cerita seseorang, atau menunjukkan kasih dapat menciptakan perasaan positif, memperkuat hubungan sosial, bahkan mendukung kesehatan mental.

Simak penjelasan berikut untuk memahami manfaat kebaikan dan cara membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Mengapa Kita Perlu Berbuat Baik kepada Orang Lain?

Manusia hidup berdampingan dan membutuhkan dukungan dari orang lain. Berbuat baik kepada orang lain menunjukkan bahwa kita memahami perasaan, kebutuhan, dan kesulitan yang mereka hadapi.

Kebaikan tersebut tidak harus selalu diwujudkan melalui tindakan yang besar. Perhatian sederhana yang diberikan dengan tulus pun dapat memberikan makna dan dampak yang berarti bagi orang lain.

Dalam ilmu psikologi, tindakan yang bertujuan membantu orang lain dikenal sebagai perilaku prososial atau acts of kindness.

Penelitian oleh Kakulte dan Shaikh mengaitkan perilaku ini dengan kesejahteraan psikologis dan emosi positif yang lebih baik. Meskipun demikian, manfaat yang diterima dapat berbeda pada setiap individu dan situasi.

Apa Saja Manfaat Berbuat Baik?

Kebaikan dapat memberikan manfaat untuk kesehatan mental, hubungan, dan lingkungan sosial.

Perbuatan baik yang dilakukan dengan tulus dan sesuai dengan kemampuan diri dapat memberikan berbagai manfaat, antara lain:

1. Membantu Mengurangi Stres

Membantu orang lain dapat mengalihkan perhatian dari tekanan pribadi dan membuat seseorang merasa bahwa tindakannya memiliki arti.

Penelitian lain juga menghubungkan perilaku prososial dengan respons stres yang lebih rendah dan pemulihan kondisi tubuh yang lebih baik setelah menghadapi tekanan.

Berbuat baik bukan pengganti bantuan profesional, tetapi dapat menjadi salah satu kebiasaan positif untuk menjaga kesehatan mental.

2. Meningkatkan Perasaan Bahagia

Melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain dapat menghadirkan kepuasan, rasa terhubung, dan perasaan bahagia.

Riset menunjukkan  bahwa terdapat hubungan positif antara perilaku prososial, kesejahteraan psikologis, dan emosi positif. Akan tetapi, hasil ini tidak selalu menjadikan perbuatan baik sebagai penghilang kesedihan.

Kebaikan juga sering dikaitkan dengan sistem penghargaan dalam otak dan hormon oksitosin yang berperan dalam ikatan sosial, empati, serta kepercayaan.

Klaim bahwa berbuat baik dapat meningkatkan serotonin secara langsung tetap harus disampaikan dengan hati-hati karena manusia memiliki respons biologis yang lebih kompleks daripada itu.

3. Memperkuat Hubungan Sosial

Bersikap baik membantu membangun rasa aman dan percaya dalam hubungan dengan keluarga, teman, maupun orang lain di sekitar.

Seseorang cenderung merasa dihargai ketika orang lain mendengarkan, membantu, atau menunjukkan perhatian secara tulus. Hubungan sosial yang kuat juga berkaitan dengan kondisi mental dan fisik yang lebih baik.

4. Menumbuhkan Empati dan Kepedulian

Berbuat baik melatih seseorang untuk melihat keadaan dari sudut pandang orang lain.

Kebiasaan ini membuat hati lebih peka terhadap perasaan, keterbatasan, dan kebutuhan orang yang sedang mengalami kesulitan. Empati membantu manusia memberikan respons yang tepat, bukan sekadar melakukan sesuatu yang menurut dirinya baik.

5. Menciptakan Lingkungan yang Lebih Positif

Kebaikan sederhana dapat mengubah suasana di rumah, tempat kerja, sekolah, maupun lingkungan sosial.

Ucapan terima kasih, sikap saling menghargai, atau kesediaan membantu dapat mengurangi ketegangan dan membangun interaksi yang lebih sehat. Semakin banyak orang menerapkan sikap tersebut, lingkungan dapat menjadi lebih aman, nyaman, dan suportif.

6. Mendorong Orang Lain Melakukan Kebaikan

Satu tindakan positif dapat mendorong orang lain untuk melakukan hal serupa.

Seseorang yang pernah merasakan manfaat dari kebaikan orang lain cenderung terdorong untuk membantu ketika memiliki kesempatan. Dengan demikian, dampak dari berbuat baik tidak hanya dirasakan oleh satu orang, tetapi juga dapat menyebar melalui hubungan sosial dan komunitas.

Apa Contoh Berbuat Baik dalam Kehidupan Sehari-hari?

Berbuat baik tidak selalu membutuhkan uang, waktu yang panjang, atau kemampuan khusus. Anda dapat memulainya melalui tindakan sederhana  yang sesuai dengan kebutuhan orang di sekitar, seperti:

  • mendengarkan teman yang ingin bercerita tanpa langsung menghakimi;
  • membantu orang membawa barang ketika mereka mengalami kesulitan;
  • mengucapkan terima kasih kepada orang yang telah membantu;
  • memberikan apresiasi secara tulus;
  • berbagi makanan atau kebutuhan sesuai kemampuan;
  • menawarkan bantuan kepada rekan kerja yang sedang kewalahan;
  • menghubungi keluarga atau teman yang sudah lama tidak ditemui;
  • menghormati batasan dan pilihan orang lain;
  • menjaga ucapan agar tidak menyakiti; serta
  • memberikan waktu, tenaga, atau perhatian kepada orang yang membutuhkan.

Pastikan bantuan yang diberikan benar-benar bermanfaat bagi penerimanya. Menanyakan kebutuhan secara langsung dapat membantu memastikan bahwa bantuan yang diberikan tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang lain.

Bagaimana Cara Membiasakan Diri Berbuat Baik?

Kebaikan akan lebih mudah menjadi kebiasaan ketika Anda memulainya dari langkah kecil. Tidak perlu menunggu menjadi orang yang sempurna atau memiliki sumber daya berlebih untuk membantu orang lain.

Lakukan beberapa cara berikut:

  • mulai dari satu tindakan baik setiap hari;
  • perhatikan kebutuhan orang di sekitar;
  • dengarkan sebelum menawarkan bantuan;
  • berikan bantuan sesuai kemampuan;
  • bersikap baik tanpa selalu mengharapkan balasan;
  • tetap memiliki batasan agar tidak mengabaikan diri sendiri;
  • evaluasi dampak tindakan yang sudah dilakukan; dan
  • ajak teman atau keluarga membangun kebiasaan positif bersama.

Berbuat baik bukan berarti harus selalu mengatakan “ya” kepada semua permintaan. Anda tetap dapat menolak dengan sopan ketika permintaan tersebut melampaui kemampuan, mengganggu kesehatan, atau merugikan diri sendiri.

Kebaikan yang sehat tumbuh dari kepedulian, bukan dari rasa takut mengecewakan orang lain.

Wujudkan Kepedulian melalui Perlindungan bagi Keluarga

Kebaikan kepada keluarga dapat diwujudkan melalui perhatian sehari-hari sekaligus persiapan untuk menghadapi risiko pada masa depan.

Menjaga kesehatan, membangun komunikasi, hingga menyiapkan perlindungan finansial dapat membantu orang terdekat melanjutkan rencana hidup ketika kondisi tidak berjalan sesuai harapan.

Salah satu pilihan penjagaan yang dapat dijadikan opsi adalah Zurich Plan Protector, yaitu asuransi jiwa dwiguna yang membantu orang tua menyiapkan masa depan keluarga, termasuk dana pendidikan anak dan perlindungan finansial apabila tertanggung meninggal dunia.

Produk ini memiliki manfaat tahapan serta manfaat perlindungan sesuai ketentuan polis.

Pelajari manfaat, biaya, risiko, pengecualian, dan ketentuan polis sebelum menentukan pilihan.

Dengan persiapan yang sesuai kebutuhan, kepedulian tidak hanya terasa melalui perbuatan baik hari ini, tetapi juga melalui perlindungan bagi orang yang Anda kasihi.

Hubungi Zurich Care di nomor 1500 456 untuk konsultasi atau memiliki pertanyaan lanjutan!