Bagaimana Cara Hitung Berat Badan Ideal Agar Kesehatan Anda Tetap Terjaga? Ini Rumus dan Tips Menjaganya!

Lifestyle Interest & Life BalanceArtikel12 Februari 2020

Tiap orang pasti memiliki berat badan ideal-nya. Untuk mengetahuinya berikut cara menghitung berat badan ideal yang bisa diikuti.

Share this

Memiliki bentuk tubuh ideal merupakan impian hampir semua orang. Namun, satu hal yang perlu dipahami, bentuk tubuh ideal berbeda dengan berat badan ideal.

Bentuk tubuh ideal bagi setiap orang biasanya berbeda berdasarkan selera atau preferensi pribadi masing-masing individu sehingga cenderung subjektif. Berbeda dengan berat badan ideal yang diukur berdasarkan massa lemak tubuh dari perhitungan tinggi dan berat badan seseorang untuk dapat digolongkan dalam kategori sehat, kelebihan berat badan atau kekurangan.

Dengan mengetahui cara menghitung berat badan ideal, Anda dapat sekaligus memperkirakan faktor risiko gangguan kesehatan yang mungkin dialami.

Kenapa Penting Punya Berat Badan Ideal? Apa Keuntungannya?

Memiliki berat badan ideal tidak hanya mendukung penampilan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Berat badan yang berada dalam kategori normal berdasarkan Body Mass Index (BMI/IMT) dapat membantu mengurangi risiko berbagai penyakit kronis serta meningkatkan kualitas hidup dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, memahami cara menghitung berat badan ideal merupakan langkah awal yang penting untuk menjaga berat badan tetap sesuai dengan kondisi dan kebutuhan tubuh.

Beberapa keuntungan memiliki berat badan ideal antara lain:

  • Membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah
  • Mengurangi risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan tekanan darah tinggi
  • Membantu menjaga massa otot dan kekuatan tubuh
  • Meningkatkan energi untuk menjalani aktivitas sehari-hari
  • Mendukung kualitas tidur yang lebih baik
  • Membantu menjaga keseimbangan hormon dan metabolisme tubuh

Apa Rumus Menghitung Berat Badan Ideal?

Ada beberapa metode yang sering digunakan untuk menghitung berat badan ideal, mulai dari rumus sederhana hingga menggunakan kalkulator indeks massa tubuh.

Dua metode yang paling sering digunakan adalah rumus Broca dan BMI (Body Mass Index). Keduanya dapat membantu memberikan gambaran awal apakah berat badan Anda termasuk dalam kategori kurus, normal, atau obesitas.

1. Rumus Broca

Rumus Broca adalah metode sederhana untuk menghitung berat badan ideal berdasarkan tinggi badan (TB) dalam sentimeter (cm).

Pria:
Berat badan ideal = (TB - 100) - 10% x (TB - 100)

Wanita:
Berat badan ideal = (TB - 100) - 15% x (TB - 100)

Contoh:
Seorang wanita dengan tinggi badan 160 cm:

(160 - 100) - (15% × 60)
= 60 - 9
= 51 kg

2. Rumus BMI (Indeks Massa Tubuh)

BMI digunakan untuk mengukur proporsi berat badan dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badan dalam meter (m).

Rumus BMI:
Berat badan (kg) ÷ (tinggi badan dalam meter × tinggi badan dalam meter)

Contoh:
Berat badan 60 kg, tinggi badan 160 cm (1,6 m):

60 ÷ (1,6 × 1,6)
= 60 ÷ 2,56
= 23,4

Hasil BMI umumnya dibagi ke dalam kategori:

  • <18,5 = kurus
  • 18,5–24,9 = normal
  • 25–29,9 = overweight
  • ≥30 = obesitas

Apakah Berat Badan Ideal Berbeda untuk Pria dan Wanita?

Ya, berat badan ideal bisa berbeda antara pria dan wanita karena komposisi tubuh, massa otot, hormon, dan distribusi lemak tubuh tidak sama.

Jenis kelamin menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hasil perhitungan, terutama pada metode seperti rumus Broca. Selain itu, pria umumnya memiliki massa otot lebih tinggi, sedangkan wanita cenderung memiliki persentase lemak tubuh yang lebih besar secara alami.

Beberapa faktor yang memengaruhi berat badan ideal:

  • Jenis kelamin
  • Tinggi badan
  • Usia
  • Massa otot
  • Aktivitas fisik
  • Kondisi kesehatan tertentu

Apa yang Harus Dilakukan Jika Berat Badan Tidak Ideal?

Apabila hasil perhitungan menunjukkan bahwa berat badan Anda berada di luar kategori normal, hal tersebut tidak selalu menandakan adanya masalah kesehatan yang serius. Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan agar risiko penyakit dapat dicegah sejak dini.

1. Jika berat badan kurang

Berat badan yang terlalu rendah bisa membuat tubuh kekurangan asupan nutrisi penting. Kondisi ini dapat memengaruhi sistem imun, massa otot, dan energi harian. Fokus utamanya adalah meningkatkan asupan makanan bergizi, termasuk protein, buah, dan lemak sehat.

2. Jika berat badan berlebih

Berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung, dan gangguan metabolisme lainnya.

Menurunkan berat badan secara bertahap melalui pola makan sehat dan olahraga lebih disarankan dibandingkan melakukan diet ekstrem. Mengatur porsi makan dan membatasi makanan tinggi gula atau lemak jenuh dapat menjadi langkah awal yang dapat dilakukan.

3. Kapan perlu konsultasi dokter atau ahli gizi

Jika berat badan terus berubah drastis tanpa sebab yang jelas, sebaiknya segera lakukan konsultasi dengan dokter.

Ahli gizi juga dapat membantu menyusun pola makan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Pendampingan tenaga profesional menjadi lebih penting, terutama bagi individu yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

Tips Menjaga Berat Badan Ideal Secara Sehat

Menjaga berat badan ideal membutuhkan konsistensi, bukan perubahan instan. Kombinasi pola hidup sehat dan kebiasaan yang tepat dapat membantu tubuh tetap stabil dalam jangka panjang.

1. Jaga pola makan seimbang

Pola makan yang baik berarti memastikan tubuh mendapatkan asupan karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral dalam porsi yang seimbang.

Mengonsumsi makanan alami seperti sayur, buah, dan protein tanpa lemak dapat membantu menjaga metabolisme. Hindari makan berlebihan dan perhatikan ukuran porsi makanan.

2. Rutin olahraga

Olahraga membantu membakar kalori sekaligus menjaga massa otot tetap optimal. Aktivitas fisik seperti jalan cepat, bersepeda, atau latihan beban dapat membantu menurunkan atau menjaga berat badan. WHO merekomendasikan setidaknya 150 menit aktivitas fisik per minggu.

3. Tidur cukup

Kurang tidur dapat memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Kondisi ini sering membuat seseorang lebih mudah makan berlebihan (binge eating). Tidur yang cukup juga membantu pemulihan tubuh dan meningkatkan energi.

4. Kelola stres

Stres yang tidak terkontrol bisa memicu kebiasaan makan emosional. Hal ini sering membuat seseorang mengonsumsi makanan tinggi gula atau kalori secara berlebihan. Mengelola stres dengan baik dapat membantu menjaga pola hidup lebih stabil.

5. Pantau berat badan secara rutin

Memantau berat badan secara berkala membantu Anda mengetahui perubahan sejak awal. Dengan begitu, Anda dapat menyesuaikan pola makan atau olahraga sebelum berat badan naik terlalu jauh. Gunakan metode yang konsisten agar hasil lebih akurat.

6. Batasi konsumsi minuman tinggi gula

Minuman manis sering kali mengandung kalori tinggi tanpa memberikan rasa kenyang. Jika dikonsumsi terlalu sering, minuman manis bisa mempercepat kenaikan berat badan. Menggantinya dengan air putih dapat membantu menjaga keseimbangan asupan kalori.

Jaga Tubuh dengan Pola Hidup Sehat dan Siapkan Perlindungan Kesehatan Sejak Dini!

Menjaga berat badan ideal adalah bagian penting dari upaya menjaga kesehatan jangka panjang.

Akan tetapi, meskipun telah menerapkan pola hidup sehat, risiko penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, maupun kondisi medis lainnya tetap dapat terjadi dan membutuhkan biaya penanganan medis yang tidak sedikit.

Sebagai langkah antisipasi, Anda dapat mempertimbangkan Zurich Optimal Health Assurance (ZOHA) dari Zurich Indonesia, solusi perlindungan kesehatan yang dirancang untuk membantu memberikan akses perawatan medis sesuai kebutuhan Anda dan keluarga.

Dengan perlindungan kesehatan yang tepat, Anda dapat lebih fokus menjalani hidup sehat tanpa perlu khawatir terhadap risiko biaya pengobatan tak terduga.

Ingin tahu manfaat perlindungan, pilihan plan, atau cara mendapatkan polis yang sesuai kebutuhan?

Hubungi Zurich Care di 1500 456 untuk konsultasi lebih lanjut dan temukan solusi perlindungan kesehatan yang dapat membantu menjaga masa depan Anda dan keluarga tetap aman.